Jumat, 29 November 2019

SAATNYA MEMULAI !!!

Petualangan gue dimulai saat gue menginjakkan kaki pertama kali di Kota Bandung.

"Pagi itu hari dimana gue harus pergi meninggalkan Jambi, tempat dimana gue lahir dan besar disana... gue pergi ke tempat sekarang gue menulis cerita ini yaitu Kota Bandung. gue berharap Kota ini memberikan sesuatu yang menarik di perjalanan hidup gue, dimana orang yang tidak pernah keluar dari kota asalnya dan berharap sesuatu akan berubah dan merubah hidupnya di suatu hari nanti.

saat itu umur gue 19 tahun, saat dimana gue beranjak dari yang tadinya siswa menjadi mahasiswa. gue seneng karna di keluarga gue cuma gue sendiri yang melanjutkan kuliah di luar pulau sumatera. saat gue memulai semuanya disini, gue memang merasa lebih ada perkembangan dari sebelumnya, eeiitss tapi bukan berubah menjadi lebih baik tapi berubah menjadi lebih buruk dari sebelumnya. berbulan-bulan gue lalui hidup di bandung dengan kisah yang kelam, dimana kehidupan gue selalu dilakukan pada malam hari, yaaa bisa kalian tebak sendiri lah yaa....

setelah berbulan-bulan gue lalui semua itu gue berfikir kalo ini bukan yang gue inginkan, dan ini bukan tujuan gue keluar dari tempat gue berasal. gue memang terbilang ga terlalu berteman dengan banyak orang di kampus, bisa dilihat dari tempat tongkrongan gue dikampus yang hanya ada beberapa temen yang bisa gue ajak bercanda hingga tertawa selepas-lepasnya.

suatu malam gue berfikir dimana gue harus memulai semuanya dengan melakukan hal-hal yang positif, tapi saat itu gue ga tau harus memulai dari mana. tiba disaat gue melihat satu organisasi yang bikin gue tertantang dengan apa yang ada didalamnya, organisasi itu adalah RESIMEN MAHASISWA. organisasi ini bisa dikatakan semi militer karna banyak didalamnya mengarah ke kegiatan militer seperti menembak binjas dan lain-lain.

saat pertamakali gue mengikuti kegiatan rutin  organisasi ini, gue makin penasaran sama organisasi ini. setiap hari minggu gue diharuskan bangun pagi untuk mengikuti kegiatan binsik (pembinaan fisik) dan banyak banyak pembinaan lainnya untuk membantu calon anggotanya sebelum masuk ke diklat.

8 minggu gue lewatin dengan hadir full setiap hari minggu, yaa bisa dibilang gue rajin mengikuti pembinaan setiap minggunya. tiba dimana hari diklat akan dilakukan, beberapa kakak senior gue seketika berubah menjadi tegas dan galak... yang biasanya mereka berbicara dengan lembut dan bercandan dengan asiknya di hari sebelum" diklat ini di mulai.

4 hari gue laluin pradiklat dengan sangat memuaskan, yaa memang awalnya gue ngeluh soal ini, tapi disini gue mulai tertantang untuk melihat tantangan apa lagi yang akan gue hadapi setelah ini. dan setelah penutupan pradiklat dinyatakan, gue bersama 24 rekan gue yang tadinya 25 dan gugur 1 orang karna kendala mengikuti diklat yang akan dilakukan beberapa saat setelah penutupan pradiklat.

siang itu gue dan rekan-rekan gue yang masih bertahan di antar ke salah satu tempat yang dimana itu adalah pusat RESIMEN MAHASISWA JAWA BARAT, dan dari jauh gue melihat banyak kegiatan yang di lakukan di sana, tiba saat menegangkan yang terjadi di hidup gue. dan ternyata tempat itu hanya persinggahan sementara sebelum akhirnya semua calon RESIMEN MAHASISWA diantar ke lembaga pendidikan yang sudah pasti tempat dimana prajurit TENTARA NASIONAL INDONESIA di didik dan di tempa.

keesokan harinya, tiba dimana diklat itu dibuka dan hari pertama dimulai, hari itu semua siswa (sebutan untuk calon MENWA yang sedang menempuh pendidikan dan latihan dasar) berjalan dengan jarak kurang lebih 5km untuk menuju lapangan rindam dan disana akan dilaksanakan pembukan yang dibuka langsung dengan PANGDAM III SILIWANGI. setelah upacara selesai semua siswa masuk kedalam mobil bekalan dan angkutan tentara. disana mulai terdengar suara sirine yang nyaring di telinga dan membuat keadaan sekitar lebih mencekam dari sebelumnya.

2-3 jam gue dan semua rekan gue melakukan perjalanan itu, terlihat dari jauh tulisan di batu yang bertuliskan "RAGU-RAGU KEMBALI" yaa mungkin seperti itu tulisannya. seketika masuk ketempat itu suasana mulai terasa lebih mencekam karna yang kami lihat hanya lapangan luas dengan dikelilingi bangunan seperti aula dan ada mesjid di samping lapangan tersebut. gue dengan 300 siswa lainnya hanya termenung melihat dan memikirkan tantangan apalagi yang akan kami hadapi setelah ini. 

(mungkin gue singkat aja dan gue ceritain hal-hal yang paling gue inget pada saat diklat itu)

5 hari berlalu, gue berfikir ini adalah tantangan terberat yang pernah gue alami dan ini hal yang ga pernah gue lupakan di kehidupan gue.disana gue di ajarkan untuk membantu satu sama lain dan tidak bersikap apatis, dan gue sadar semua tantangan pasti bisa kita hadapi dengan hati yang tenang dan tekun.disana gue lebih menghargai waktu, gue lebih menghargai makanan dan yang paling penting gue bisa melakukan hal yang belum pernah gue lakukan sebelumnya yaitu hidup dengan teratur.

7 hari mulai gue lalui dengan penuh rasa lelah :) tapi gue masih merasa kalo gue masih sanggup untuk melaluinya. tiba disaat kita semua keluar dari tempat yang mencekap itu untuk menyatu dengan alam hehe... bisa di bilang kegiatan di luar kelas atau biasa kita sebut latganda.

7 hari gue lalui lagi dengan cuaca yg tidak menentu, siang panas malam hujan dan dengan suhu bisa dibilang di bawah 10 derajat. saat itu gue mulai lelah dan kami semua harus melakukan perjalanan hingga 150km selama kurang lebih 7 hari dengan istirahat hanya sebentar. disini gue belajar lagi kalo lelah bukan alasan kita untuk berhenti, tapi lelah adalah sesutu yang harus dinikmati dan disini gue berfikir kalo kita tidak bisa lari ya berjalan dan kalo kita tidak bisa berjalan ya merangkak, setidaknya jangan berhenti sebelum apa yang kita inginkan tercapai.

tiba dimana hari penutupan diklat, kita semua melakukan upacara yang di tutup langsung oleh wakil gubernur jawa barat  bapak Dedi Mizwar dan dilantik secara resmi menjadi Anggota Resimen Mahasiswa Mahawarman, dengan penuh rasa bangga kami melewati pendidikan ini dan melewati semua rintangan yang telah kami lalui dengan penuh rasa tanggung jawab.

( cerita ini hanya sebagian dari cerita yang sebenarnya, ini adalah cerita yang asik untuk di ceritakan tapi tidak untuk di ulang)


....... nantikan cerita selanjutnya tentang dimana hidup gue dimulai dengan hal kecil yang gue anggap itu adalah sebuah pencapaian yang gue lalui......


sampai jumpa dan semoga pengalaman kecil gue ini menjadi inspirasi bagi kalian semua

see you :)

Kamis, 12 September 2019

Hai !!!


Haii...


Nicholas Dharmala Pujasmara, nama yang diberikan kedua orang tuaku. Tapi orang sering memanggilku Nicho, orang sering menyangka bahwa aku adalah nonmuslim ataupun mualaf. tapi dari kecil aku beragama Islam. hmm.. terkadang aku heran dehh, kenapa ya orang kadang menilai nama adalah sebuah tanda bahwa kita muslim atau non-muslim padahal mah yaa apa sih arti sebuah nama. kita kan sama-sama manusia, hidup di negara yang sama yaitu Indonesia, dan walaupun kita punya budaya yang berbeda tetapi kita tetap sama yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

ohh iya, sekarang aku sedang menempuh pendidikan di salah satu Universitas di Bandung, yaa walaupun bukan Universitas Negeri setidaknya banyak yang berubah di hidupku beberapa tahun terakhir. ohh iya, saat aku menulis blog ini aku sudah memasuki semester akhir dan akan melanjutkan skripsi atau tugas akhir kuliah.

aku di lahirkan di suatu desa di sumatera pada tanggal 8 agustus 1998, aku adalah anak ke dua dari 3 bersaudara, dan ketiga-tiganya adalah jagoan kalo di rumah karna laki-laki semua, heheheh.

aku dulu bercita-cita sebagai pilot, yaa kalo di tanya alasannya apa sih simple aja jawabnya "karna bisa keliling dunia dan di bayar" hehehe yaa namanya juga masih anak-anak jadi yaa mikirnya seneng nya aja tanpa tau resikonya apa heheh.

aku suka mencari hal baru yang menurutku itu menarik, yaa walaupun kadang orang-orang di sekitarku bilang itu ga penting atau ga ada gunanya, tapi dengan hal baru itu aku bisa merasakan kalo kadang aku harus beranjak dan membuat hal baru di hidupku yang mungkin bisa menjadi fashion bagi diri aku sendiri, dan terkadang juga aku bisa meninggalkan suatu hal dengan sendirinya tanpa alasan dan tanpa kata-kata apapun, yaa mungkin karena sudah ga nyaman lagi.

maaf yaa kalo tulisan ini ga jelas heheh, namanya juga cerita anggap aja ini aku lagi ngomong langsung dengan bahasa yang seadanya dan mudah di mengerti banyak orang :)